Senin, Mei 11

JERAMI DI PUNCAK GUNUNG

Pagi- pagi sudah kutangani himpitan hidup

mengapa harus kenal kamu dan dirinya

sungguh aku lebih baik memilih pergi

aku tak ingin lama – lama tersinar cahayamu

Mungkin lebih baik untuku salami lautan

agar aku tak tahu kau di mana dan sedang apa

mengapa kau angkuhkan deritaku

aku tahu tuhan yang maha kuasa

harus sesabar bagaimana lagi

sampai kau mengerti arti hidupku

harus seberapa lagi terucap

aku manusia biasa yang buta dan bodoh

punya keinginan dan masa depan

1 komentar:

Julaiha Rahmadani Junaid.MPS mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.